Tulis Ramadlan Bukan Ramadhan atau Ramadan

Share on :
Ramadlan Tulis Ramadlan Bukan Ramadhan atau Ramadan
Penulisan yang benar mengenai "Ramadlan" adalah "Ramadlan" bukan Ramdhan atau Ramadan
Namun sayangnya penulisan Ramadhan atau Ramadan malah semakin menjamur,maklum masyarakat Indonesia memang masih banyak yang hanya ikut ikutan saja tanpa mengetahui dasarnya.
Ramadlan kalau di tulis secara bahasa arab/Tulisan bahasa Arab adalah sebagai berikut:
رمضان "Ramadlan"
ض "DLA"
Kalau ظ "DHA"
Kalau ذ "DZA"
Kalau د "Da"
Jadi jelas penulisan "Ramadhan atau Ramadan" Itu salah sedangkan yang benar adalah "Ramadlan"
Kesalahan penulisan Huruf Rumi seperti Ramadlan ini sebenarnya pertama kali dari bangsa bangsa yang kurang kuat pemahamannya mengenai islam,seperti penulisan dibeberapa daerah yang muslimnya masih belum kuat,mereka menulis RAMADAN bukan RAMADLAN,hal itu juga diperkuat oleh tulisan tulisan yang datangnya dari malaysia dan diperkuat lagi oleh golongan golongan wahabi yang banyak menulis Ramadlan menjadi Ramadhan.
Situs NU sendiri malah ikut ikutan Menulis Ramadlan menjadi Ramadhan padahal kepanjangan dari NU sendiri adalah Nahdlatul Ulama',Nahdlatul DLAnya memakai huruf ض tapi sayang penulis Situs resmi NU pusat malah ikut ikutan.
Sedangkan Situs Situs NU yang langsung ditangani oleh santri ternyata penulisannya memakai DL bukan DH seperti situs resmi Jombang dan Jember.
Karna itu mari kita benahi kesalahan ini,mulai dari sekarang Jangan Menulis Ramadhan atau Ramadan Tapi Tulislah RAMADLAN!!.
Sekian Tulis Ramadlan Bukan Ramadhan atau Ramadan semoga ada manfaatnya.apabila ada kesalahan tulis saya mohon maaf.

4 komentar on Tulis Ramadlan Bukan Ramadhan atau Ramadan :

Anonim mengatakan... 4 Desember 2012 11.04

sangat benar mas,memang banyak sekali orang yang bodoh tapi sok tahu padahal cuma ikut ikutan,akhirnya menyesatkan banyak orang.

Sapu Jagat mengatakan... 17 Januari 2013 03.09

Assalaamu'alaikum,
Selamat sore,

Betul Sekali saya prihatin dengan pelafalan-pelafalan huruf Al-Qur'an sekarang mungkin karena kesulitan melafalkan maka dicari cara gampang untuk membacanya, contoh Ridla dan Ridha coba dengarkan cara pelafalannya kalo menurut ilmu Qira'ati yang manakah yang benar?.

Dari mulai sekolah Diniyah saya di kampung sana tida dla sama dha itu hurufnya beda dha itu tha yg dikasih titik atasnya.

Apakah akan ada orang yang meluruskan masalah ini jangan sampai berlarut2 pelafalan huruf satu di Al-Qur'an akan merubah arti dari kata tersebut. Da'i-da'i sekarang sudah tidak mementingkan pelafalan huruf Al-Qur'an kayaknya ya. Makhroj nya ngelantur jugA KAYAKNYA GA APA2. PADAHAL MENYESATKAN ORANG BANYAK ITU DOSANYA ??????

AMPUIIIIN DEH.!!!!

Wassalamu'alaikum

Sapu Jagat mengatakan... 17 Januari 2013 03.19

Betul sekali

Banyak da'i yang salah kaprah mengenai makhroj Al-Qur'an "dla" dibaca "dha" harusnya "ridla" jadi "ridha",

Sungguh menyesatkan, banyak kata yang memakai huruf "dla" dan dibaca "dha" dan banyak juga kata dengan huruf "dha" dibaca "zha" apakah hal ini tidak merubah arti dari kata tersebut?

Padahal kan kita ketahui salah lafadz/makhroj di Al'Qur'an kan merubah arti, apakah itu tidak membuat yang membacanya berdosa.

Apakah ada yang berusaha untuk meluruskan masalah ini? Apakah masalah ini akan terus terjadi tanpa usaha pemerintah untuk meluruskan?

Ingat ض berbeda dengan ظ dan ظ berbeda dengan ذ. Jangan sampai karena kesulitan melafalkan kita malah merubah arti dari kalimat dalam Al-Qur'an.

Mudah-mudahan bermanfaat bila ada salah mohon dimaafkan.
Terima kasih

Wassalaamu'alaikum.

Ramadlan mengatakan... 23 Januari 2013 08.42

wa'alaikumussalam.wr.wb.
terima kasih atas kunjungan.
saya menulis postingan ini karena saya sangat prihatin pada mereka yg tidak tahu melafadhkan namun malah cari gampangnya saja.

Post a Comment and Don't Spam!